
Manfaat akar pepaya untuk pria selama ini diyakini mencakup kesehatan saluran kemih, tekanan darah, stamina, hingga fungsi seksual. Namun hampir semua klaim itu bersumber dari pengobatan tradisional, bukan dari uji klinis pada manusia.
Akar berbeda dari buah pepaya yang lazim dimakan, sehingga khasiat buah tidak otomatis berlaku untuk akar. Karena itu, setiap klaim perlu dibaca bersama tingkat buktinya dan risiko yang menyertainya.
Akar pepaya mengandung papain, alkaloid, flavonoid, tanin, dan glikosida yang sering dijadikan dasar klaim khasiatnya. Keberadaan senyawa itu belum membuktikan bahwa akar bekerja pada tubuh manusia.
Sebagian besar manfaat akar pepaya untuk pria masih berada pada tingkat penggunaan tradisional. Penelitian laboratorium dan hewan hanya menyentuh sedikit klaim, sedangkan uji klinis pada manusia sangat terbatas.
Setiap manfaat pada pembahasan selanjutnya diberi salah satu label bukti berikut:
| Label | Artinya |
| Tradisional | Dipakai turun-temurun atau dilaporkan secara anekdotal, tanpa pengujian yang memadai |
| Praklinis | Ada temuan awal di laboratorium atau hewan, belum terkonfirmasi pada manusia |
| Inferensi | Belum diuji pada akar, hanya diperkirakan dari kandungan senyawanya |
Buah pepaya matang aman bagi kebanyakan orang, tetapi akar, biji, dan getahnya memiliki profil senyawa serta risiko yang berbeda. Biji pepaya, misalnya, dilaporkan menurunkan pergerakan sperma, sehingga klaim tentang buah tidak bisa dipindahkan begitu saja ke akar.
Akar pepaya paling sering dipakai secara tradisional untuk melancarkan buang air kecil dan meringankan gangguan saluran kemih. Tingkat buktinya tradisional, tanpa uji pada manusia yang memadai.
Pada pria, aliran urine lemah atau terasa tidak tuntas sering berkaitan dengan pembesaran prostat, bukan sekadar kurang minum. Ramuan tidak bisa menggantikan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya.
Rebusan akar pepaya termasuk ramuan tradisional untuk meringankan keluhan batu saluran kemih, kondisi yang lebih sering dialami pria daripada wanita. Tingkat buktinya tradisional, dan belum ada bukti bahwa akar pepaya dapat meluruhkan batu.
Batu yang menyumbat saluran kemih bisa menyebabkan nyeri hebat, demam, atau infeksi ginjal. Kondisi itu memerlukan penanganan medis, bukan menunggu efek ramuan.
Akar pepaya dipakai dalam ramuan tradisional untuk meringankan tekanan darah tinggi. Tingkat buktinya tradisional.
Pria yang sudah minum obat antihipertensi berisiko mengalami tekanan darah terlalu rendah jika menambah ramuan ini. Hipertensi juga sering tanpa gejala, sehingga perbaikannya hanya bisa dipastikan lewat pengukuran, bukan perasaan.
Akar pepaya mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan, yakni penangkal radikal bebas. Tingkat buktinya praklinis, berdasarkan pengujian kandungan di laboratorium.
Aktivitas antioksidan di laboratorium tidak otomatis berarti manfaat di dalam tubuh, karena senyawa harus terserap lebih dulu. Untuk asupan antioksidan, buah dan sayur utuh tetap menjadi sumber yang lebih dapat diandalkan.
Flavonoid dan glikosida dalam akar pepaya diduga memiliki sifat antiradang. Tingkat buktinya praklinis, sebagian berasal dari pengujian di laboratorium.
Peradangan kronis dikaitkan dengan gangguan seperti prostatitis, tetapi belum ada bukti bahwa akar pepaya mengobati kondisi tersebut. Prostatitis akibat bakteri tetap memerlukan antibiotik dari dokter.
Klaim akar pepaya untuk prostat belum diuji langsung dan hanya disimpulkan dari sifat antioksidan serta antiradangnya. Tingkat buktinya inferensi.
Pembesaran prostat jinak dan kanker prostat harus dikenali lewat pemeriksaan, dan akar pepaya tidak terbukti mencegah keduanya. Pria usia paruh baya ke atas yang mengalami keluhan kemih sebaiknya memeriksakan diri.
Belum ada bukti yang kuat bahwa akar pepaya meningkatkan kesuburan pria, sehingga klaim ini berada pada tingkat inferensi. Sebagian situs kesehatan menyebut adanya peningkatan parameter sperma pada penelitian hewan, tetapi rujukannya belum dapat dipastikan.
Yang lebih jelas justru sisi risikonya, karena biji pepaya dilaporkan menurunkan pergerakan sperma. Pria yang sedang program hamil sebaiknya tidak memakai bagian pepaya selain buah matang tanpa arahan dokter.
Penggunaan akar pepaya untuk libido dan ereksi berasal dari laporan anekdotal, sehingga tingkat buktinya tradisional. Mekanisme yang sering disebut, seperti pengaruh pada aliran darah, belum diuji pada manusia.
Disfungsi ereksi kerap menjadi tanda awal masalah pembuluh darah, diabetes, atau gangguan hormon. Mengandalkan ramuan tanpa pemeriksaan dapat menunda diagnosis penyakit yang lebih serius.
Ekstrak akar pepaya dilaporkan memiliki efek penurun gula darah pada penelitian awal, sehingga tingkat buktinya praklinis.
Pria dengan diabetes yang memakai obat atau insulin berisiko mengalami gula darah terlalu rendah jika menambah ramuan ini tanpa pemantauan. Perubahan kadar gula sebaiknya selalu dipastikan lewat tes, bukan dugaan.
Akar pepaya yang dikeringkan lalu direbus bersama bawang putih dikenal sebagai ramuan tradisional untuk cacingan. Tingkat buktinya tradisional.
Cacingan dapat ditangani dengan obat cacing yang dosis dan keamanannya sudah teruji. Ramuan akar dengan takaran tidak baku berisiko kurang efektif sekaligus menimbulkan efek samping.
Akar pepaya dipakai secara tradisional, baik sebagai obat luar maupun rebusan, untuk nyeri sendi dan rematik. Tingkat buktinya tradisional, dan senyawa yang berperan belum dijelaskan secara rinci.
Nyeri sendi pada pria usia produktif sering berkaitan dengan asam urat atau cedera. Kedua penyebab itu memerlukan penanganan yang berbeda dari sekadar ramuan.
Rebusan akar pepaya, kadang dicampur jahe dan madu, dipakai untuk menyegarkan tubuh yang lelah, sehingga tingkat buktinya tradisional. Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa akar pepaya menambah stamina atau performa fisik.
Kelelahan yang menetap pada pria bisa berkaitan dengan kurang tidur, anemia, gangguan tiroid, atau kadar testosteron rendah. Jika lelah tidak membaik dengan istirahat, penyebab medisnya perlu dicari.
Akar pepaya diduga mengandung papain, enzim yang membantu memecah protein, sehingga klaim pencernaan berada pada tingkat inferensi. Untuk pencernaan, bukti paling kuat justru ada pada buah pepaya matang yang kaya serat dan air, bukan pada akarnya.
Pria yang ingin memanfaatkan pepaya untuk mengatasi sembelit lebih baik memilih buah matang. Risikonya jauh lebih rendah dan buahnya mudah didapat.
Akar pepaya tidak memiliki takaran aman yang baku, dan risikonya lebih sulit diperkirakan dibanding buahnya. Sumber herbal yang beredar pun memberi takaran berbeda-beda untuk keluhan yang sama.
Risiko yang perlu diwaspadai antara lain:
Produk kapsul atau seduhan akar pepaya untuk stamina pria juga perlu dicek nomor izin edarnya di BPOM. Produk herbal untuk vitalitas pria pernah ditemukan mengandung bahan kimia obat yang tidak dicantumkan di label.
Kelompok berikut sebaiknya tidak memakai ramuan akar pepaya tanpa persetujuan dokter:
Ramuan tidak bisa menjadi pengganti diagnosis ketika keluhan menunjukkan tanda berikut:
Pemeriksaan awal untuk keluhan ini umumnya sederhana, seperti tes tekanan darah, gula darah, urinalisis, atau analisis sperma. Hasilnya memberi dasar yang jauh lebih jelas untuk menilai apakah ramuan pendamping layak dipertimbangkan.